Kado pemerintahan Jokowi, harga BBM naik tahun ini

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru saja resmi dilantik menjadi pemimpin negara Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Rencana pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Rp 3.000 per liter, mulai November nanti nampaknya bakal terwujud. Sebab, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, pembahasan akan hal itu sudah lama dilakukan, saat ini pokok pembahasan hanya tinggal menentukan hari.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sedikit memberi bocoran waktu pelaksanaan kenaikan ini ialah sebelum 1 Januari 2015. Pemerintah merasa perlu menaikkan harga BBM subsidi karena semakin sempitnya ruang fiskal untuk pembangunan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meyakini penaikan harga tak berdampak signifikan terhadap lonjakan konsumsi BBM subsidi. Menurutnya, jika terjadi pembelian BBM subsidi besar-besaran pasca penaikan harga, itu hanya berlangsung sesaat.

“Kalau rush cuma sebentar, efek psikologis saja,” katanya saat ditemui di SKK Migas, Jakarta.

Diakuinya, konsumsi BBM subsidi bisa melebihi kuota lantaran pertumbuhan kendaraan pribadi lebih cepat ketimbang perkiraannya. Untuk itu, ke depan perlu dilakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi. Menurutnya, penaikan harga menjadi salah satu cara untuk membatasi konsumsi BBM subsidi.

“Dalam lima tahun anggaran subsidi mencapai Rp 1.300 triliun lebih besar ketimbang anggaran untuk kesejahteraan dan infrastruktur sebesar Rp 1.200 triliun.”

Dengan kata lain, menurut Sudirman, anggaran subsidi semestinya bisa dipakai untuk program yang lebih produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 2