Harga Beras Naik, Warga Diminta Tidak Resah

berasBondowoso – Ditengah gejolak harga bahan kebutuhan pokok di pasaran, masyarakat Bondowoso dihimbau tidak resah dengan kenaikan harga beras saat ini. Kepala Bidang Perdagangan – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Suhartono membenarkan harga beras beberapa hari ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi tidak saja di Bondowoso, tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, karena kenaikan harga beras di Bondowoso belum begitu berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Prosentase kenaikannya pun masih berkisar antara 13 %.

Berdasar data harga kebutuhan bahan pokok Diskoperindag Bondowoso, harga beras jenis Bengawan naik dari Rp. 9.125 menjadi Rp. 10.500. Jenis IR 64 naik sekitar Rp. 1.300 dari Rp. 8.625 menjadi Rp. 10.000. Sementara kenaikan harga paling tinggi terjadi pada beras jenis Mentik yang awalnya hanya Rp. 9.700 kini menjadi Rp. 11.000. Menurutnya, kenaikan harga beras secara nasional itu karena musim hujan berkepanjangan, sehingga banyak petani padi gagal panen. Stok yang menipis membuat hukum ekonomi berjalan.

“Semakin sedikit komoditas, semakin mahal harganya. Kalau harga beras secara nasional naik, pasti di daerah akan mengalami dampaknya juga,” kata Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2015).

Sejauh ini, Diskoperindag belum ada rencana menggelar operasi pasar, karena melihat kondisi pasar masih kondusif. Masyarakat diminta bersabar menghadapi gejolak harga beras saat ini. Diharapkan harga beras akan normal kembali bahkan cenderung turun saat panen raya nanti antara bulan Maret dan April.(Re)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 2