Category: News

Satlantas Bondowoso Bagikan Helm Gratis

IMG_0142Bondowoso – Petugas Kepolisian Resort Bondowoso membagikan helm standar secara cuma-cuma kepada pengguna sepeda motor yang kedapatan tak menggunakan helm standar.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menyadarkan pengguna jalan agar mengenakan helm standar saat berkendara. Sebab ada banyak manfaat dari penggunaan helm standar, yang salah satunya adalah mengurangi resiko korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

Pembagian helm standar gratis dilakukan di depan Mapolres Bondowoso, Senin (20/4) pagi. Polisi sengaja melakukan itu, dalam rangka operasi simpatik yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia menjelang peringatan hari ulang tahun Polri.

Berdasar pantauan di lokasi, seorang warga yang kedapatan tidak mengenakan helm standar langsung diberi helm secara cuma-cuma. Warga itu pun senang, walau semula disangka akan ditilang akibat melanggar ketertiban berlalu lintas.

Wakapolres Bondowoso, Kompol Imam Pauji, S.H., M.Si. mengatakan, operasi simpatik digelar untuk kembali menyadarkan pengguna jalan agar mematuhi aturan berlalu lintas. “Dalam operasi ini kami lakukan himbauan tata tertib berlalu lintas, kemudian melakukan teguran dan hukuman tilang bagi yang melanggar,” pungkasnya.(Re)

Amankan Pilkades, Polres Kerahkan Ribuan Personil

pilkdesBondowoso – Sebanyak 1.850 personil siap dikerahkan Polres Bondowoso untuk pengamanan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Juni 2015 mendatang. Kekuatan yang cukup besar itu terdiri atas 120 personil kepolisian dari BKO Polda Jatim, 120 personil anggota Brigadir Mobil (Brimob), 510 anggota Polres Bondowoso , serta tambahan dari Polres samping antara lain Polres Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang yang masing masing mengirimkan bantuan 100 personil.

Kabag Ops Polres Bondowoso, Kompol Hermanto mengatakan, satuan pengamanan nantinya juga diperkuat dengan kehadiran para Babinsa dan Babinkamtibmas dari unsur TNI serta personil dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas.

“Kita dapat bantuan 990 BKO dari Polda Jatim, Brimob dan Polres samping serta anggota TNI juga bersama sama ikut mengamankan Pilkades serentak,” ujarnya usai menghadiri acara Rapat bersama Forpimda, di Pendopo Kabupaten, Kamis (23/4).

Dijelaskan pula, Polres Bondowoso telah menyusun pola pengamanan yang terintegrasi, mulai dari tahap awal pencalonan Kepala Desa, pelaksanaan pemilihan sampai pasca pilkades dengan memantau kondisi wilayah.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Bondowoso, Agung Tri Handono mengatakan, berdasar hasil verifikasi sampai saat ini terdapat 649 bakal calon yang akan maju dalam Pilkades serentak, Juni mendatang. Pilkades itu sendiri akan digelar di 172 Desa. Mengenai tanggal yang pasti, pihaknya masih menunggu putusan resmi dari Bupati Bondowoso.(Re)

Kepala BKD : Kerja Sekdes Harus Profesional !

ilustrasi sekdesBondowoso – Sekretaris Desa di Bondowoso dituntut dapat bekerja secara profesional, apalagi mulai Tahun ini Desa akan mendapat kucuran dana cukup besar dari APBN, seiring dengan diberlakukannya Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Posisi Sekretaris Desa memegang peranan penting untuk menjalankan roda pemerintahan desa, guna memastikan semua unit kerja berjalan dengan baik.

Demikian Penjelasan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Wawan Setiawan, SH saat ditemui usai pembukaan diklat manajemen pemerintahan desa, di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (20/4).

Sebanyak 40 Sekretaris Desa menjadi peserta dalam diklat tersebut yang secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni.

Dengan berlakunya Undang Undang No 6 Tahun 2014, setiap desa di Bondowoso diperkirakan akan mendapat alokasi anggaran antara Rp. 400 juta hingga Rp. 800 juta. Merupakan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintahan desa supaya dapat mengelola dana tersebut untuk kesejahteraan desa dan warganya. Untuk itu, BKD siap melakukan pembinaan secara berjenjang untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintahan desa.

“Nah, sekarang kita mengantisipasi supaya tidak ada kendala dalam pengelolaan anggaran kedepannya. Berbagai pelatihan dan pembinaan akan terus dilakukan. Pengawasan kinerja aparatur desa juga akan ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, aparatur pemerintah desa patut memahami peran strategisnya agar belajar mendalami, menggali serta mengkaji berbagai permasalahan dan tantangan pelaksanaan good governance dan reformasi birokrasi ke depan, supaya dapat diterapkan secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.

Pengembangan kapasitas aparatur pemerintah desa kali ini diprioritaskan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelayanan publik seperti kebutuhan dasar masyarakat, keamanan dan kemampuan di dalam menghadapi bencana, kemampuan penyiapan rencana strategis pengembangan ekonomi desa, kemampuan pengelolaan keuangan desa dan pengelolaan kelestarian lingkungan hidup.(Re)

2 SMK Siap Ikuti UNAS Online

Kadispendik Prov JatimBondowoso – Ada yang menarik pada ujian nasional tahun 2015 ini. Pemerintah Pusat menerapkan sistem ujian online untuk tingkat SMP dan SMA se-derajat. Jawa Timur ditunjuk sebagai pilot project untuk menyelenggarakan ujian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Harun, Msi, MM saat berkunjung ke Bondowoso, Rabu (18/2/2015)mengatakan, Jawa Timur menjadi pilot project karena dinilai paling siap menggelar UNAS online dengan jumlah lembaga yang ditunjuk sebanyak 247 sekolah. Dari jumlah tersebut, 118 diantaranya menyatakan siap menggelar ujian nasional secara online, termasuk 2 lembaga sekolah di Bondowoso.

“Jawa Timur ini luar biasa, sudah dipercaya oleh pusat untuk menggelar UNAS online,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP SMA Dinas Pendidikan Bondowoso, I Nyoman Sutama menjelaskan, 2 lembaga sekolah di Bondowoso yang menyatakan siap melaksanakan ujian nasional online yaitu SMK Negeri 1 Bondowoso dan SMK Negeri 1 Tapen.

Secara teknis, dua sekolah tersebut telah memenuhi syarat dengan menyiapkan perangkat komputer dan software yang memadai. Untuk melihat kesiapan jelang UNAS, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim langsung meninjau dua sekolah itu dan memberi pembekalan kepada kepala sekolah lainnya untuk bisa ikut menggelar UNAS online pada tahun depan.(Re)

Harga Beras Naik, Warga Diminta Tidak Resah

berasBondowoso – Ditengah gejolak harga bahan kebutuhan pokok di pasaran, masyarakat Bondowoso dihimbau tidak resah dengan kenaikan harga beras saat ini. Kepala Bidang Perdagangan – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Suhartono membenarkan harga beras beberapa hari ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi tidak saja di Bondowoso, tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, karena kenaikan harga beras di Bondowoso belum begitu berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Prosentase kenaikannya pun masih berkisar antara 13 %.

Berdasar data harga kebutuhan bahan pokok Diskoperindag Bondowoso, harga beras jenis Bengawan naik dari Rp. 9.125 menjadi Rp. 10.500. Jenis IR 64 naik sekitar Rp. 1.300 dari Rp. 8.625 menjadi Rp. 10.000. Sementara kenaikan harga paling tinggi terjadi pada beras jenis Mentik yang awalnya hanya Rp. 9.700 kini menjadi Rp. 11.000. Menurutnya, kenaikan harga beras secara nasional itu karena musim hujan berkepanjangan, sehingga banyak petani padi gagal panen. Stok yang menipis membuat hukum ekonomi berjalan.

“Semakin sedikit komoditas, semakin mahal harganya. Kalau harga beras secara nasional naik, pasti di daerah akan mengalami dampaknya juga,” kata Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2015).

Sejauh ini, Diskoperindag belum ada rencana menggelar operasi pasar, karena melihat kondisi pasar masih kondusif. Masyarakat diminta bersabar menghadapi gejolak harga beras saat ini. Diharapkan harga beras akan normal kembali bahkan cenderung turun saat panen raya nanti antara bulan Maret dan April.(Re)