Category: Kesehatan

Masalah Rambut Rontok? Ini Dia Pendapat Dokter

Vemale.com – Tanpa disadari, ada banyak hal yang menyebabkan rambut kita rontok. Mulai dari tidak cocok dengan produk kecantikan rambut tertentu, kesehatan rambut, serta beberapa penyakit yang menyebabkan rontoknya rambut.

Perlu diketahui, selain faktor produk rambut dan penyakit, ada juga lho faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan rambut. Menurut penjelasan dr. Silvia dari MeetDoctor.com, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut antara lain pengaruh hormon, metabolisme tubuh, nutrisi, aliran darah ke kulit kepala, adanya peradangan pada kulit kepala, konsumsi obat obatan tertentu.

Kadang, kita penasaran, berapa jumlah rambut rontok normal setiap hari. Hal ini untuk mengetahui apakah kerontokan yang kita alami termasuk normal atau tidak. Lebih lanjut, dr. Silvia menambahkan bahwa jumlah rambut rontok yang tergolong masih wajar adalah 100 helai perhari. Kerontokan rambut adalah kehilangan rambut yang berkisar lebih kurang 120 helai perhari.

Lantas, bagaimana dong cara mencegah rambut rontok?

Adapun cara mencegah kerontokan adalah dengan pola hidup sehat, nutrisi cukup dan seimbang, menghindari stres berlebihan, tidak mengkonsumsi obat sembarangan, serta segera berkonsultasi ke dokter bila terdapat kelainan pada kulit kepala.

Perkuat Asupan Vitamin D Dari Sumber Berikut Ini

Vemale.com – Anda yang hidup di Indonesia mungkin tidak perlu khawatir tentang asupan vitamin D yang cukup, karena sumber utama vitamin D adalah dari matahari. Indonesia yang kaya sinar matahari setiap hari merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Namun bagaimana jika Anda sedang menjalani program studi di luar negeri dan hidup di negara yang tidak banyak menerima sinar matahari?

Padahal manfaat vitamin D cukup krusial untuk tubuh, seperti meningkatkan kekuatan tulang dan meningkatkan kebahagiaan secara keseluruhan serta membantu mengatur pola tidur yang normal. Tentu saja Anda membutuhkan sumber lain untuk bisa mencukupi vitamin D harian Anda. Seperti dilansir dari www.msn.com, selain matahari, beberapa sumber vitamin D lain adalah

Makanan
Ini adalah pilihan yang pasti dan Anda bisa mendapatkan vitamin D paling banyak dalam ikan, terutama ikan laut, salah satunya ikan salmon yang memiliki vitamin D yang sangat banyak. Selain itu, Anda juga bisa makan jamur karena merupakan salah satu sumber vitamin D yang paling baik. Beberapa makanan laut lain yang juga memiliki vitamin D yang banyak adalah tiram, udang, ikan halibut, ikan cod, dan telur.

Suplemen
Jika pun Anda alergi seafood atau alergi makan jamur, maka ada jalan lain untuk mendapatkan asupan vitamin D setiap hari, yaitu dengan minum suplemen vitamin D per hari. Pastikan bahwa suplemen yang Anda pakai adalah vitamin D3, yang biasa diambil oleh tubuh Anda dari sinar matahari. Jika ragu, maka tanyakan dahulu pada dokter ya Ladies.

Jika pun Anda suka dengan teknologi yang canggih, maka ada lampu matahari yang ternyata juga baik dalam menyuplai vitamin D atau menggunakan tanning bed. Namun tentu saja Anda perlu memerhatikan cara penggunaannya ya. Itu dia beberapa alternatif untuk mencukupi asupan vitamin D jika Anda kemungkinan kekurangan vitamin D, Ladies.

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Rangkul Mahasiswa Dampingi Ibu Hamil

Bondowoso – Untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Bondowoso merangkul Mahasiswa Akademi Kebidanan Dharma Praja untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil atau bumil.

Sebanyak 96 mahasiswa akan ikut dalam kegiatan pendampingan ini dan ditempatkan di 8 wilayah puskesmas antara lain, Puskesmas Klabang Tegalampel Prajekan Grujugan Tlogo Tenggarang Binakal dan Wringin. Wilayah puskesmas di 8 kecamatan tersebut banyak ditemukan kasus kematian ibu dan bayi serta bumil yang melahirkan di dukun.

Menurut dr Titik Erna Erawati, Kabid Kesehatan Keluarga Dinkes Bondowoso, angka ibu melahirkan ke dukun masih sangat tinggi. Tahun 2013 lalu tercatat sekitar 400 lebih proses kelahiran bayi ditangani oleh dukun. Sementara tahun ini, terhitung hingga Juli 2014, angka bumil melahirkan ke dukun sudah mencapai 300 lebih dan diperkirakan akan semakin bertambah, mengingat pemerintah pusat telah menghapus dana jaminan persalinan (jampersal) dan digantikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sayangnya, belum semua tercover dalam JKN. Ini menjadi salah satu faktor bumil enggan melahirkan di tenaga kesehatan dengan alasan biaya.

Oleh karena itu, untuk menekan resiko kematian ibu dan bayi karena tidak mendapat penanganan kesehatan yang tepat, puluhan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi partner tenaga kesehatan, untuk memberikan edukasi dan memotivasi bumil agar periksa secara rutin ke tenaga kesehatan.

Mahasiswa juga berperan melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan bumil dengan resiko tinggi, memberikan pengetahuan tentang BPJS kesehatan, termasuk mengantar ibu hamil bersalin ke fasilitas kesehatan.

Namun, lanjut dr. Titik, meski diberi kewenangan untuk melakukan pendampingan, mereka tidak diperbolehkan melakukan penanganan medis. Pemeriksaan secara berkala maupun persalinan tetap dilakukan oleh bidan desa atau bidan induk.

” 1 mahasiswa untuk 1 bumil. Sasarannya adalah ibu hamil dengan resiko tinggi dan lahir di dukun. Pendampingan dilakukan mulai ibu hamil sampai nifas dan sesudahnya. Diharapkan semua penanganan ada di nakes,” ujarnya.

Puskemas yang dijadikan tempat melakukan pendampingan bersama mahasiswa telah menyiapkan pemetaan ibu hamil yang akan jadi sasaran pendampingan.

dr Titik menambahkan, program ini merupakan kegiatan uji coba. 2015 mendatang, diharapkan kerja sama dengan mahasiswa bisa diusulkan lagi dengan institusi lain, seperti Akbid, Akper dan Stikes.(Re)

Bondowoso Maju ke Tingkat Internasional Lomba Kespro

Bondowoso – Setelah mendulang prestasi di Indonesia Public Servis Award, Bondowoso memberanikan diri maju dalam ajang lomba internasional United Nation Public Servis Award (UNPSA) 2014.

Lomba tingkat dunia ini menawarkan beberapa katagori salah satunya adalah tentang perbaikan pelayanan publik.

Dinas Kesehatan yang dalam hal ini menjadi leading sektor Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendapat dukungan penuh dari agensi internasional USAID untuk maju sebagai peserta dan bersaing dengan negara negara di Dunia. Dalam lomba ini, Bondowoso akan mengangkat materi tentang kesehatan reproduksi atau kespro remaja dalam upaya menekan angka pernikahan dini.

Isu soal pernikahan dini memang bukan hal asing lagi bagi Kabupaten Bondowoso. Tingginya angka usia dini membuat pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan untuk terus mengurangi tren pernikahan di usia remaja. Salah satunya adalah dengan membentuk duta kespro remaja yang menjadi tutor bagi kawan kawan sebayanya untuk mengkampanyekan pencegahan nikah dini, utamanya bagi kalangan pelajar.

Selain itu, dibantu pula dengan pengukuhan bunda kespro baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, serta pelatihan kepada ustad dan guru sebagai upaya terus mengkampanyekan pencegahan nikah usia dini.

“Penanganan untuk menekan angka pernikahan dini diantaranya kami coba penyadaran melalui pelatihan, festival di tingkat remaja, pelatihan ustad dan pelatihan guru. Mereka merumuskan kegiatan bersama untuk melakukan kampanye penurunan angka pernikahan dini. Dan yang paling terbaru ini adalah pengukuhan bunda kespro dan duta kespro remaja,” ungkap Isa Anshori, Fasilitator Kabupaten USAID, Kamis (9 10)

Terbukti, tren angka pernikahan dini sekarang menujukkan penurunan. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, setidaknya pemkab Bondowoso mampu menekan jumlah pernikahan usia dini dari 55% lebih menjadi sekitar 30 %.

“Setelah proposal masuk, disini ada guru kespro, duta kespro, bunda kespro di setiap kecamatan, punya tanggung jawab moral untuk lebih giat lagi mengkampanyekan penurunan angka pernikahan dini,” jelasnya mengakhiri.(Re)