Category: Ekonomi

Pemkab Tingkatkan Peran Ekonomi Produktif

Bondowoso – Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan meningkatkan peran ekonomi produktif. Tidak hanya di bidang pertanian, fokus pertumbuhan ekonomi daerah juga pada sektor peternakan dan perdagangan, termasuk usaha kecil menengah yang menjadi pondasi ekonomi nasional. Dalam hal ini, Pemerintah akan turun tangan langsung membantu bidang pemasaran agar laju pertumbuhan ekonomi di Bondowoso dapat lebih cepat.

Demikian pernyataan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Bondowoso, kepada passopati, Kamis (11/12/2014).

“Prioritas pemkab kedepannya adalah daya beli masyarakat akan didorong lebih kuat. Kuncinya pada pertumbuhan ekonomi, masyarakat harus lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif. Tidak hanya pertanian, tapi juga perdagangan termasuk UKM harus lebih produktif. Pemerintah akan bantu soal pemasaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, 60,66 % masyarakat Bondowoso bergerak di bidang pertanian. Tidak bisa dipungkiri, sektor pertanian di Bondowoso merupakan penyokong ekonomi masyarakat selama ini. Namun, untuk meningkatkan derajat perkonomian masyarakat, tidak cukup hanya bidang pertanian. Terlebih pasca kenaikan BBM bersubsidi, harga segala kebutuhan pertanian seperti pengolahan tanah, upah tenaga kerja, harga pupuk, pestisida, bibit dan lainnya naik. Peningkatan biaya produksi tersebut berimbas pada kenaikan harga jual kepada konsumen yang dikhawatirkan justru akan mengurangi tingkat daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong berkembangnya ekonomi kreatif seperti adanya diversifikasi usaha tani dimana petani tidak selalu menanam padi, namun memilih komoditi tanaman yang memiliki prospek lebih baik. Petani bisa pula beralih mengembangkan usaha peternakan dan para istri dilatih untuk membuka usaha mengolah hasil pertanian dan berdagang, sehingga terbentuk kegiatan ekonomi produktif.

Dengan munculnya berbagai kegiatan ekonomi, otomatis akan membuka lapangan kerja baru. Penghasilan pun bertambah yang pada akhirnya mampu menaikkan tingkat daya beli masyarakat Bondowoso.

Dari data yang berhasil dihimpun, indeks daya beli masyarakat Bondowoso sampai saat ini berada pada angka 63,91. Angka itu masih dibawah Provinsi Jawa Timur dimana pada 2012, IP daya beli rata rata masyarakat Jatim berada pada poin 67,26.

“Secara keseluruhan baik daerah maupun provinsi, indeks daya beli ini memang paling rendah dibandingkan indeks kesehatan dan pendidika. Itu karena bidang pendidikan dan kesahatan intervensi dari pusat kuat. Dananya lebih besar sehingga capaiannya lebih cepat. Tapi kalau ekonomi tergantung lokal daerah. Pengaruhnya juga bisa dari letak geografis dan mobilitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Re)

Pesona Batik tulis UKM Sumber Sari di Bondowoso Batik Muslim Festival

Bondowoso – Siapa yang tak kenal batik tulis hasil karya UKM Sumber Sari Maesan Bondowoso. Gaungnya sudah sampai ke luar negeri, bahkan produknya sering dipakai tokoh ternama Indonesia, seperti mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Pesona batik tulis UKM Sumber Sari – Maesan Bondowoso menghipnotis ratusan penonton yang hadir dalam Bondowoso Batik Muslim Festival, di Alun Alun kota, Minggu malam (2/11/2014).

Fashion yang dipusatkan di panggung budaya festival muharram 2014 itu terlihat gemerlap dengan permainan lampu yang semakin menambah suasa elegan, tatkala 13 model professional berjalan di catwalk dengan mengenakan batik khas Bondowoso yang bercorak daun ketela, daung singkong dan kupu – kupu. UKM Sumber Sari Maesan mendapat kesempatan tampil mengisi acara ketika dewan juri jeda sejenak untuk menilai lomba Bondowoso Batik Muslim Festival yang diikuti kalangan pelajar dan masyarakat umum. Tampil sekitar 15 menit, para model cukup memukau dengan menampilkan beragam produk tidak hanya baju batik muslim wanita, tetapi juga kemeja pria dan baju pesta.

Kerajinan batik tulis Sumber Sari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tidak diproduksi secara massal, bahkan sasaran pembelinya pun dari kalangan menengah ke atas.

“Sasaran pembeli produk kami kalangan menengah ke atas. Harganya pun bervariasi, yakni mulai Rp250 ribu sampai Rp4 juta, tergantung jenis kain dan tingkat kesulitan desain,” kata Ifriko Desriandi, seorang desainer batik tulis Sumber Sari.

Kain yang digunakan untuk membatik, lanjut alumni arsitektur Unmer Malang ini, adalah kain katun dan sutera jenis asli tenun bukan mesin (ATBM). Kain sutera ini dibeli dari Garut, Jepara, Ciamis, Serkang Sulawesi, dan Bali.

Dia mengatakan, desain batik buatan tangan dengan menggunakan pewarna alami ini hanya diperuntukan satu produk. “Kami ingin pembeli batik tulis Sumber Sari tidak takut desainnya dipakai orang lain,” katanya. (Re)

Kado pemerintahan Jokowi, harga BBM naik tahun ini

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru saja resmi dilantik menjadi pemimpin negara Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Rencana pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Rp 3.000 per liter, mulai November nanti nampaknya bakal terwujud. Sebab, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, pembahasan akan hal itu sudah lama dilakukan, saat ini pokok pembahasan hanya tinggal menentukan hari.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sedikit memberi bocoran waktu pelaksanaan kenaikan ini ialah sebelum 1 Januari 2015. Pemerintah merasa perlu menaikkan harga BBM subsidi karena semakin sempitnya ruang fiskal untuk pembangunan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meyakini penaikan harga tak berdampak signifikan terhadap lonjakan konsumsi BBM subsidi. Menurutnya, jika terjadi pembelian BBM subsidi besar-besaran pasca penaikan harga, itu hanya berlangsung sesaat.

“Kalau rush cuma sebentar, efek psikologis saja,” katanya saat ditemui di SKK Migas, Jakarta.

Diakuinya, konsumsi BBM subsidi bisa melebihi kuota lantaran pertumbuhan kendaraan pribadi lebih cepat ketimbang perkiraannya. Untuk itu, ke depan perlu dilakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi. Menurutnya, penaikan harga menjadi salah satu cara untuk membatasi konsumsi BBM subsidi.

“Dalam lima tahun anggaran subsidi mencapai Rp 1.300 triliun lebih besar ketimbang anggaran untuk kesejahteraan dan infrastruktur sebesar Rp 1.200 triliun.”

Dengan kata lain, menurut Sudirman, anggaran subsidi semestinya bisa dipakai untuk program yang lebih produktif.

Festival Muharram 2014, Libatkan 200 Pelaku Usaha Kreatif

Bondowoso – Menyambut tahun baru Islam 1436 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Festival Muharram yang ditempatkan di alun-alun Ki Ronggo. Festival Muharram yang merupakan agenda rutin tiap tahun ini digelar untuk menarik perhatian masyarakat luas, dengan menampilkan seluruh potensi kesenian, budaya, dan ekonomi.

Festival Muharram kali ini, akan dimeriahkan dengan berbagai event. Sedangkan pelaksanaan akan berlangsung selama lima belas hari, dimulai pada tanggal 24 Oktober 2014.

Kepala Bagian Humas dan PDE Pemkab Bondowoso Haeriya mengatakan dengan digelarnya Festival Muharram maka akan mengangkat khasanah budaya yang dimiliki oleh kabupaten Bondowoso. “Beberapa acara disuguhkan untuk mendukung kegiatan Festival Muharram, antara lain berupa kegiatan budaya dan ekonomi, sekaligus memperkenalkan lokasi pariwisata yang layak untuk dikunjungi di Bondowoso,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Perhubungan (Disparporahub) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo menjelaskan, dalam Festival Muharram kali ini, Pemkab  Bondowoso akan mengangkat potensi lokal, sehingga nantinya diharapkan, moment ini bisa menarik minat investor untuk menanamkan modal di Bondowoso.

Tak hanya itu, sebanyak 200 pelaku usaha kreatif di Bondowoso yang merupakan binaan Disparporahub dan Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan memamerkan karyanya selama acara berlangsung.

Bondowoso Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Warung Kopi

Bondowoso – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan – Diskoperindag Bondowoso perkuat ekonomi lokal dengan memberikan bantuan sarana usaha warung kopi kepada pelaku usaha di lingkungan industri hasil tembakau.

Program ini dititikberatkan pada pengembangan sektor usaha kecil menengah agar mereka dapat mengembangkan usahanya dengan hasil produksi yang maksimal dan berkualitas serta bisa berdaya saing.

ada 130 warga penerima bantuan sarana usaha. Masing masing mendapat 1 paket terdiri dari tabung gas 3 kg, panci, termos, selang dan regulator. Penyerahan secara simbolis dilakukan di aula Dekopinda, Selasa siang.

Kepala Diskoperindag Bondowoso, melalui Kabid usaha perdagangan, Suhartono mengatakan, perkembangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah dalam menunjang perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan sangatlah menentukan bagi percepatan perkembangan bidang ekonomi di daerah.

Diharapkan bantuan tersebut dapat memotivasi usaha mikro kecil menengah agar bisa meningkatkan daya saing diantara pelaku usaha untuk berkreasi dan berinovasi terhadap produk yang dihasilkan, sehingga nantinya mampu berkembang secara mandiri.

Menurutnya, percepatan pengembangan ekonomi dan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak dapat mungkin dapat dilakukan tanpa adanya peranan serta pemerintah. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh UMKM, terutama mengenai rendahnya kualitas SDM, rendahnya kualitas produk UMKM yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan peralatan, maupun permodalan yang dimiliki oleh para UMKM.

Melihat kondisi tersebut maka pemerintah dirasa perlu membuat kebijakan pembangunan UMKM yang dilandaskan pada tujuan pemberian pembinaan berupa Bimtek, Pelatihan-Pelatihan dan bantuan alat-alat bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah sebagai penunjang usahanya untuk lebih maju.(Re)