Bondowoso Maju ke Tingkat Internasional Lomba Kespro

Bondowoso – Setelah mendulang prestasi di Indonesia Public Servis Award, Bondowoso memberanikan diri maju dalam ajang lomba internasional United Nation Public Servis Award (UNPSA) 2014.

Lomba tingkat dunia ini menawarkan beberapa katagori salah satunya adalah tentang perbaikan pelayanan publik.

Dinas Kesehatan yang dalam hal ini menjadi leading sektor Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendapat dukungan penuh dari agensi internasional USAID untuk maju sebagai peserta dan bersaing dengan negara negara di Dunia. Dalam lomba ini, Bondowoso akan mengangkat materi tentang kesehatan reproduksi atau kespro remaja dalam upaya menekan angka pernikahan dini.

Isu soal pernikahan dini memang bukan hal asing lagi bagi Kabupaten Bondowoso. Tingginya angka usia dini membuat pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan untuk terus mengurangi tren pernikahan di usia remaja. Salah satunya adalah dengan membentuk duta kespro remaja yang menjadi tutor bagi kawan kawan sebayanya untuk mengkampanyekan pencegahan nikah dini, utamanya bagi kalangan pelajar.

Selain itu, dibantu pula dengan pengukuhan bunda kespro baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, serta pelatihan kepada ustad dan guru sebagai upaya terus mengkampanyekan pencegahan nikah usia dini.

“Penanganan untuk menekan angka pernikahan dini diantaranya kami coba penyadaran melalui pelatihan, festival di tingkat remaja, pelatihan ustad dan pelatihan guru. Mereka merumuskan kegiatan bersama untuk melakukan kampanye penurunan angka pernikahan dini. Dan yang paling terbaru ini adalah pengukuhan bunda kespro dan duta kespro remaja,” ungkap Isa Anshori, Fasilitator Kabupaten USAID, Kamis (9 10)

Terbukti, tren angka pernikahan dini sekarang menujukkan penurunan. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, setidaknya pemkab Bondowoso mampu menekan jumlah pernikahan usia dini dari 55% lebih menjadi sekitar 30 %.

“Setelah proposal masuk, disini ada guru kespro, duta kespro, bunda kespro di setiap kecamatan, punya tanggung jawab moral untuk lebih giat lagi mengkampanyekan penurunan angka pernikahan dini,” jelasnya mengakhiri.(Re)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 − 50 =