Archive for: April 2015

Satlantas Bondowoso Bagikan Helm Gratis

IMG_0142Bondowoso – Petugas Kepolisian Resort Bondowoso membagikan helm standar secara cuma-cuma kepada pengguna sepeda motor yang kedapatan tak menggunakan helm standar.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menyadarkan pengguna jalan agar mengenakan helm standar saat berkendara. Sebab ada banyak manfaat dari penggunaan helm standar, yang salah satunya adalah mengurangi resiko korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

Pembagian helm standar gratis dilakukan di depan Mapolres Bondowoso, Senin (20/4) pagi. Polisi sengaja melakukan itu, dalam rangka operasi simpatik yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia menjelang peringatan hari ulang tahun Polri.

Berdasar pantauan di lokasi, seorang warga yang kedapatan tidak mengenakan helm standar langsung diberi helm secara cuma-cuma. Warga itu pun senang, walau semula disangka akan ditilang akibat melanggar ketertiban berlalu lintas.

Wakapolres Bondowoso, Kompol Imam Pauji, S.H., M.Si. mengatakan, operasi simpatik digelar untuk kembali menyadarkan pengguna jalan agar mematuhi aturan berlalu lintas. “Dalam operasi ini kami lakukan himbauan tata tertib berlalu lintas, kemudian melakukan teguran dan hukuman tilang bagi yang melanggar,” pungkasnya.(Re)

Amankan Pilkades, Polres Kerahkan Ribuan Personil

pilkdesBondowoso – Sebanyak 1.850 personil siap dikerahkan Polres Bondowoso untuk pengamanan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Juni 2015 mendatang. Kekuatan yang cukup besar itu terdiri atas 120 personil kepolisian dari BKO Polda Jatim, 120 personil anggota Brigadir Mobil (Brimob), 510 anggota Polres Bondowoso , serta tambahan dari Polres samping antara lain Polres Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang yang masing masing mengirimkan bantuan 100 personil.

Kabag Ops Polres Bondowoso, Kompol Hermanto mengatakan, satuan pengamanan nantinya juga diperkuat dengan kehadiran para Babinsa dan Babinkamtibmas dari unsur TNI serta personil dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas.

“Kita dapat bantuan 990 BKO dari Polda Jatim, Brimob dan Polres samping serta anggota TNI juga bersama sama ikut mengamankan Pilkades serentak,” ujarnya usai menghadiri acara Rapat bersama Forpimda, di Pendopo Kabupaten, Kamis (23/4).

Dijelaskan pula, Polres Bondowoso telah menyusun pola pengamanan yang terintegrasi, mulai dari tahap awal pencalonan Kepala Desa, pelaksanaan pemilihan sampai pasca pilkades dengan memantau kondisi wilayah.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Bondowoso, Agung Tri Handono mengatakan, berdasar hasil verifikasi sampai saat ini terdapat 649 bakal calon yang akan maju dalam Pilkades serentak, Juni mendatang. Pilkades itu sendiri akan digelar di 172 Desa. Mengenai tanggal yang pasti, pihaknya masih menunggu putusan resmi dari Bupati Bondowoso.(Re)

Kepala BKD : Kerja Sekdes Harus Profesional !

ilustrasi sekdesBondowoso – Sekretaris Desa di Bondowoso dituntut dapat bekerja secara profesional, apalagi mulai Tahun ini Desa akan mendapat kucuran dana cukup besar dari APBN, seiring dengan diberlakukannya Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Posisi Sekretaris Desa memegang peranan penting untuk menjalankan roda pemerintahan desa, guna memastikan semua unit kerja berjalan dengan baik.

Demikian Penjelasan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Wawan Setiawan, SH saat ditemui usai pembukaan diklat manajemen pemerintahan desa, di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (20/4).

Sebanyak 40 Sekretaris Desa menjadi peserta dalam diklat tersebut yang secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni.

Dengan berlakunya Undang Undang No 6 Tahun 2014, setiap desa di Bondowoso diperkirakan akan mendapat alokasi anggaran antara Rp. 400 juta hingga Rp. 800 juta. Merupakan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintahan desa supaya dapat mengelola dana tersebut untuk kesejahteraan desa dan warganya. Untuk itu, BKD siap melakukan pembinaan secara berjenjang untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintahan desa.

“Nah, sekarang kita mengantisipasi supaya tidak ada kendala dalam pengelolaan anggaran kedepannya. Berbagai pelatihan dan pembinaan akan terus dilakukan. Pengawasan kinerja aparatur desa juga akan ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, aparatur pemerintah desa patut memahami peran strategisnya agar belajar mendalami, menggali serta mengkaji berbagai permasalahan dan tantangan pelaksanaan good governance dan reformasi birokrasi ke depan, supaya dapat diterapkan secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.

Pengembangan kapasitas aparatur pemerintah desa kali ini diprioritaskan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelayanan publik seperti kebutuhan dasar masyarakat, keamanan dan kemampuan di dalam menghadapi bencana, kemampuan penyiapan rencana strategis pengembangan ekonomi desa, kemampuan pengelolaan keuangan desa dan pengelolaan kelestarian lingkungan hidup.(Re)